Korean Culture

Upacara pemakaman di Korea (Tradisional Hingga Tren “Mocking Funeral”)

upacara pemakaman di Korea

Korea-lover.com – Kembali ke upacara pemakaman Jonghyun SHINee kamis lalu. Kalau kita perhatikan detail, sekilas nampak sama saja dengan proses pemakaman pada umumnya. Baju hitam dan peti kayu. Sayangnya kita tidak bisa melihat pemakaman Jonghyun secara detail karena privat. Mungkin di pemakamannya, upacara dilakukan secara tradisional. Atau bahkan kremasi. Nah, buat kamu yang penasaran dengan upacara pemakaman di Korea, boleh simak ulasan ringkas berikut ini.

Upacara Pemakaman Di Korea (Tradisional)

upacara pemakaman di Korea

Secara tradisional, keluarga Korea menyimpan jasad almarhum di dalam rumah selama tiga sampai tujuh hari. Tergantung musimnya. Mereka memandikan jenazah dengan air khusus, memotong kukunya dan menyisir rambut jenazahnya. Setelah itu, jenazah ini akan dipakaikan baju pemakaman yang terbuat dari sutera lengkap dengan koin yang diletakkan di masing-masing mata. Disamping itu, telinga dan mulut disumpal kapas serta mulut diberi nasi. Jika sudah, jenazah akan dibalut dengan beberapa kain dan ditempatkan di dalam peti mati.

Nah, di saat prosesi pemakaman tiba, keluarga atau rekan terdekat memindahkan peti mati ke pemakaman. Menurut orang Korea, pintu rumah adalah garis pemisah antara dunia dan alam baka. Sambil mengangkat peti jenazah, mereka akan diiringi nyanyian pemakaman. Persis seperti saat Jonghyun dikeluarkan dari rumah sakit.

Setelah pengantaran peti jenazah sudah sampai di depan pemakaman, keluarga atau kerabat yang memindahkan peti tadi membungkuk tiga kali di depan gerbang. Kemudian ritual pun dijalankan untuk membersihkan iblis dan roh jahat. Kemudian, prosesi pemakaman akan berlanjut dengan pelemparan kotoran ke arah peti mati dan pemberian seserahan berupa makanan di kuburan.

Pemakaman Dengan Cara Kremasi

upacara pemakaman di Korea (Modern)

Sejak ’90an, kremasi menjadi tren upacara pemakaman di Korea Selatan karena minimnya lahan, sehingga pemerintah mengubah aturan pemakaman. Jadi, tahun 2000an, pemerintah mebangun banyak sekali tempat kremasi.

upacara pemakaman di Korea (Kremasi)

Disamping itu, kremasi juga menjadi pilihan utama masyarakat di sana karena lebih murah, nyaman dan higienis. Bahkan ada banyak sekali cara unik menyimpan abu jenazah. Ada yang ditaruh di guci, ada pula yang ditabur atau dilarung. Malah, ada yang menyimpannya dan mengkreasikannya menjadi manik-manik sehingga bisa dibawa kemanapun untuk dikenang.

Tren “Mocking Funeral”

upacara pemakaman di Korea (Mocking Funeral)

Nah, selain upacara pemakaman di Korea Selatan tadi, ada yang namanya “Mocking Funeral”. Jadi ini merupakan tren baru di sana sebagai acara menghadiri pemakaman diri sendiri. Selama proses ini, para peserta akan dibaringkan di peti mati dan menerima servis “Mock Funeral” sampai acara selesai. Menurut data Hyowon Healing Center, angka peserta “Mocking Funeral” naik menjadi 15.000 orang sejak tahun 2012.

Alasan utama orang mengikuti acara ini adalah mereka dalam masa ‘terminal illness” dan mereka ingin menolong diri sendiri tentang penerimaan bahwa mereka pasti mati. Sementara yang lain hanya penasaran bagaimana rasanya menghadiri upacara kematian diri sendiri. Ketika selesai, ada perasaan haru dimana mereka merasa terkahir kembali.

Nanik
the authorNanik
Nanik adalah penulis konten, internet enthusiast and memes collector. Ia adalah pemilik Korea-lover.com yang suka belajar hal baru dan makan streetfood.

Leave a Reply

2 × one =