Korean Culture

Terapi Depresi Dianggap Tabu, Kasus Bunuh Diri Di Korea Selatan Tertinggi Di Asia

kasus bunuh diri di korea selatan

Korea-lover.com – Kasus bunuh diri di Korea Selatan merupakan yang paling tinggi di Asia. Faktanya, kasus ini tidak hanya terjadi pada kalangan artis terkenal seperti Jonghyun SHINee saja, namun juga menjalar sampai ke masyarakat biasa, termasuk pelajar.

Aneh saja, nampaknya mejadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar yang ke-13 di dunia nggak menjadikan negara ini bisa duduk tentram. Justru kasus kematian akibat bunuh diri menjadi salah satu penyebab tertinggi di sana. Masalahnya apa?

Setiap Hari, Ada 40 Kematian Akibat Kasus Bunuh Diri Di Sana

 

Sobat K-lovers, prestasi Korea Selatan yang notabene menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat setelah perang dunia ke II sudah membawa ke perubahan sosial yang menakutkan. Ekonomi yang maju ini justru meningkatkan kadar stress, bahkan paling tinggi di dunia.

Dibandingkan dengan Jerman, U.K dan Jepang menurut data OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) angka bunuh diri di negeri gingseng ini naik sejak tahun ’90an. Sampai sekarang para peneliti juga kurang yakin dengan penyebab pastinya.

90% Korban Kasus Bunuh Diri  Di Korea Selatan Penderita Gangguan Psikologis

kasus bunuh diri di korea selatan

Jadi menurut data dari kementrian kesehatan, 90% korban kasus bunuh diri di Korea Selatan ternyata menderita gangguan psikologis, mulai dari depresi, anxiety dan lainnya yang awalnya dimulai dari stress.

Walau bagaimana pun, stress-nya orang Korea Selatan ini lebih cenderung karena pekerjaan dan juga lingkungan pendidikan. Bayangkan saja dunia K-pop, persaingannya sangat tinggi. Bahkan untuk menjadi anggota girlband dan boyband saja harus pintar di sekolah. Belum lagi lingkungan sekolah di sana. Pelajar Korea Selatan dituntut belajar keras sampai malam. Bahkan ada yang sampai pulang nyaris tengah malam.

Tahun 1997 Korsel Pernah Dihantam Krisis 

Tahun 1997 ternyata Korea Selatan juga pernah dihantam badai krismon dan ribuan orang menjadi pengangguran. Mungkin karena takut kondisi ini terjadi lagi, mereka menjadi penggila kerja dan ini menjadi tekanan tinggi bagi mereka.

Usia Dewasa dan Usia Lanjut Lebih Rentan Bunuh Diri

Tekanan sosial di Korea Selatan membuat orang dewasa dan usia lanjut rentan melakukan bunuh diri. Untuk kasus bunuh diri di Korea Selatan kategori anak-anak, kebanyakan diakibatkan oleh sistem pendirikan. Dengan 16 jam belajar sehari, siapa yang sanggup hidup seperti ini?

Yang lebih miris lagi, orang tua pensiunan di Korea Selatan tidak memiliki sumber pendapatan. Ditambah kemajuan jaman membuat anak muda sering menelantarkan orangtuanya menjadikan kasus bunuh diri di Korea Selatan ini tertinggi di dunia. Mereka kesepian, miskin dan penuh tekanan di masa tua. Apa lagi banyak sekali orang tua di sana yang tak ingin menjadi beban keuangan bagi keluarga.

Mereka Malu Jika Harus Konsultasi Ke Psikiater

kasus bunuh diri di korea selatan

Ternyata berkonsultasi ke para ahli terkait gangguan psikologis ini adalah hal yang memalukan. Atau, mereka juga terlalu lemah dalam menghadapi tekanan hidup. Kembali ke data kementrian kesehatan di sana, hanya 15% yang secara sadar melakukan treatment. Justru orang Korea lebih suka melakukan self medication dengan olah raga, menggunakan sosial media, mengikuti kegiatan agama hingga minum alkohol. Tragisnya, alkohol justru mematikan.

Ironis banget ketika Korea Selatan dikatakan sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar justru memiliki tingkat tekanan yang sangat tinggi. Harusnya ini menjadi koreksi di semua bidang pekerjaan dan budaya. Apa lagi industri hiburan dan sistem pendidikan di sana.

Musuh utama mereka bukanlah kelahiran yang rendah seperti negara Jepang, tapi kasus kematian yang justru banyak dilakukan oleh usia produktif yang justru mengancam masa depan negara.

 

Sumber di sini.

Leave a Reply