DrakorSerba-Serbi

Pemain Drama Korea Cross Jo Jae Hyun yang Tersandung Kasus Pelecehan Akan Dipecat

drama Korea Cross

Korea-lover.com – Ada serangkaian kasus yang menerpa tvN di tahun ini, setelah Hwayugi, sekarang mereka dihadapkan dengan kasus baru Jo Jae Hyun yang harus menghadapi tuntutan pelecehan. Menanggapi hal ini, produsen drama Korea Cross berencana untuk menghapus perannya di sini.

Hello, ini dari tim produksi drama Korea ‘Cross’
Merujuk pada statement agensi Jo Jae Hyun Sabtu kemarin, kami akan menghapus perannya secepat mungkin.
Kami berencana mengedit Jo Jae Hyun sehingga cerita masih bisa dipahami di episode 9 dan 10. Kami sedang berdiskusi soal penghapusan karakter ini diepisode 12, namun masih belum menemukan titik terang.
Staff kami akan bekerja keras sehingga kontroversi Jo Jae Hyun tidak akan membuat penonton dan staf lain merasa tidak nyaman. Terimakasih.

Awal Mula Kasus Pelecehan yang Mendera Pemain Drama Korea Cross

Kasus pelecehan yang dilakukan oleh Jo Jae Hyun ini berawal dari postingan Choi Yul yang meng-upload screenshot profile Jo Jae Hyun di akun Instagramnya dengan caption,

drama Korea Cross

Aku menunggumu dirimu terekspos. Ternyata hal ini datang dengan sendirinya, diluar dugaanku. Ini hanya awal. Ada masih banyak lagi orang-orang brengsek di luar. Aku tak bisa berkata-kata lagi karena aku sudah kehilangan begitu banyak. Sampai suatu hari semua penyimpangan menghilang #metoo #with you.

Sayangnya, Instagram Shoi Yul sudah di-set private saat itu.

Menanggapi hal ini, agensi pihak artis pemain utama drama Korea Cross akhirnya buka suara dalam sebuah statement yang dikeluarkan oleh Jo Jae Hyun:

drama Korea Cross

Ini Jo Jae Hyun
Rumor pertama tentang seorang aktor yang juga seorang pemiliki teater pernah memaksa mencium staf muda setelah memaksanya duduk di pangkuannya. Setelah hal ini muncul, I akan memberikan penjelasan karena beberapa cerita berbeda dengan kenyataannya.

Saat itu, kami sedang dalam interview (tentang masalah pelecehan) yang membuat orang ingin tahu. Aku benar-benar terkejut dan aku tidak bisa mengingat-ingatnya.

Aku memiliki mindset yang buruk saat itu, aku pikir ini hanyalah fitnah. Beberapa artikel juga membuat prediksi yang salah, jadi aku berharap ini akan berakhir.

Alih-alih merenung, aku menghabiskan waktuku dengan pikiran yang buruk. Aku seorang moster yang berusaha menghindari pikiran bodohku dan hal-hal menjijikkan yang aku lakukan di masa itu.

Aku mengakui. Aku hidup dengan cara yang salah. Sementara berakting selama 30 tahun, aku membuat kesalahan dengan kata-kata dan tindakan yang penuh dosa pada staff, kolega dan junior.

Aku adalah pendosa. Aku munundukkan kepala untuk meminta maaf pada korban yang tersakiti begitu mendalam. Aku meletakkan semuanya dan aku tidak lagi memikirkan diriku sendiri. Aku tidak akan menghindarinya. Aku akan menyerahkan semuanya.

Mulai sekarang, aku akan melihat kembali hidupku dengan penuh penyesalan pada korban.

Aku sangat malu dan memohon maaf.

Leave a Reply

eighteen − 5 =