Korean Culture

Budaya Kerja di Korea Selatan 180 Derajat Beda dengan Kita Loh!

Budaya kerja di korea selatan

Korea-lover.com – Biasanya kalau mengulas soal ketekunan, kerja keras dan sikap pantang menyerah kita biasanya lebih banyak belajar ke Jepang. Tapi jangan salah, orang Korea Selatan juga memiliki budaya ini. Mungkin ini sebabnya negara mereka jauh lebih maju dari negara kita karena budaya kerja di Korea Selatan sangat berbeda dengan orang Indonesia.

Kalau dibandingkan, sekitar 1960-an, kita dan Korea boleh dibilang sama-sama digaris kemiskinan yang mana ekonomi hanya fokus pada pertanian dan teknologinya belum terlalu maju. Belum lagi di Korea dulu ada pendudukan Jepang. Tapi lihatlah sekarang, Korea Selatan sudah jauh bersolek dan menampilkan tampilan yang berbeda dari teknologi, pertahanan, ekonomi hingga pertaniannya. Nah, sebenarnya nggak ada salahnya juga kita belajar budaya kerja di Korea Selatan ini karena sejatinya mereka memiliki point-point positif. Atau, kalau kamu mau kerja di sana, baiknya pahami beberapa etika kerja di Korea Selatan berikut ini:

Budaya Kerja di Korea Selatan yang Wajib Kamu Tahu

Etika Bos dan Karyawan

Budaya kerja di korea selatan

Di sana sikap saling hormat menghormati adalah kunci utama dalam bekerja. Apa lagi bawahan ke atasan, bahkan senioritas di sana masih dijunjung tingi. Namun, uniknya atasan di Korsel ini nggak pelit ilmu sama bawahan. Mereka demen banget berbagi pengalaman supaya bawahannya juga bisa ikut maju. Bedanya, orang Korea Selatan akan memberikan perilaku berbeda kepada bawahan dari negara asing. Nggak mudah dapatkan ilmu dari mereka kecuali kamu bisa ambil hatinya.

Hal yang biasa dilakukan oleh orang sana untuk saling berbagi pengetahuan adalah dengan gathering. Mereka biasanya akan saling transfer ilmu saat didalam kondisi tidak formal. Tapi ingat, hobby mereka saat gathering yaitu minum alkohol, biasanya soju. Jadi jangan kaget ya.

Kegiatan minum bersama ini diidentikkan sebagai simbol penerimaan teman baru. Apa lagi kalau sampai mabuk, artinya sudah dianggap teman dan partner sejati.

Ritme Kerja yang Cepat

Budaya kerja di korea selatan

Sama seperti orang Jepang, orang Korea Selatan  seolah tahu empat langkah berikutnya tentang apa yang harus dilakukan saat bekerja. Inisiatifnya tinggi dan kerjanya cepat banget. Kultur melakukan tugas dengan cepat ini nampaknya sudah dilatih sejak dini, jadi tidak heran bila mereka bisa menyelesaikan target sesuai waktu yang ditentukan.

Intinya, Jangan Mudah Tersinggung!

Budaya kerja di korea selatan

Nah, kalau kalian amati di drakor, orang Korea kerap ngomong dengan suara menggelegar dan seperti terdengar membentak. Jadi misal kalian dimarahi dengan nada suara keras jangan mudah tersinggung karena bagi orang Korea memarahi bawahan di depan umum akan memberikan efek jera dan malu, sehingga keesokan harinya bisa memberikan performa yang lebih baik.

Budaya kerja di Korea Selatan ini berbeda dengan kita. Mereka standardnya sangat tinggi. Bahkan kalau kalian bekerja benar “flat benar saja” tanpa melakukan improvement, siap-siap deh kenak semprot.

Beda ya sama kita yang semuanya harus dibicarakan baik-baik. Orang Korea lebih senang to the point dan enggan basa-basi saat kerja.

Walaupun begitu, jangan khawatir. Ini cuma di kantor saja. Biasanya setelah dimarahi gitu diundang makan atau sekedar minum bersama. Jadi jangan diambil hati.

Tidak Suka Menunda

Budaya kerja di korea selatan

Ini yang bagus dari orang Korea. Kalau bisa hari ini kenapa nunggu besok? Mereka fokus dan terarah saat bekerja. Jadi kalau kerja ya kerja, tidak main sosmed atau nggosip. Mereka benar-benar menghargai waktu dan tidak ingin bila waktu terbuang sia-sia. Bahkan orang Korea terbiasa memiliki target harian, mingguan, bulanan sampai tahunan.

Multitasking

Budaya kerja di korea selatan

Di Korea memiliki beberapa skill jauh lebih disukai. Berbeda dengan orang Eropa yang beberapa pekerjaan dikerjakan oleh spesialist. Tidak jarang kalau job description pada sebuah pekerjaan ada kalanya bisa melebar. Namun karena menejemen mereka yang baik, mereka tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Nah, gimana? Tertarik mau kerja di sana? kalau iya, latihan dulu digalak-galakkin orang. Sebenarnya hal diatas lumrah saja sih, dan semuanya bisa terjadi dimanapun. Tergantung penerimaan kita. Kalau mau terus belajar dan berkembang, semua pasti bisa. Apa lagi adaptasi budaya kerja di Korea Selatan ini.

 

Note: dikutip dari berbagai sumber:

Nanik
the authorNanik
Nanik adalah penulis konten, internet enthusiast and memes collector. Ia adalah pemilik Korea-lover.com yang suka belajar hal baru dan makan streetfood.

Leave a Reply

thirteen − 9 =